Tabu

di suatu malam
kita menjelma halimun
yang membawa napas terakhir orang mati
orang itu baru saja mengikhlaskan ruhnya petang ini
dalam keremangan
dan ketidakpastian
hanya paduan kunang-kunang
yang menerangi tikungan jalan
jalan itu mengular ke arah perdu
tempat orang-orang membuat lagu

dibasuhi tempias hujan
dan dimamahi terang bulan
seorang perempuan
yang baru ditasbihkan perawan
barusan menghapus namanya
dari sensus hamba Tuhan.

Komentar

Postingan Populer