Adagium: Sebwa Karya yang Tydac Layak
Pasal 1: Jangan Malu untuk Bertanya
Tuhan bilang,
berpeganglah pada cabang-cabang
hujan, maka hujan sebetulnya tahu
yang dilupakan jejak
daripada jarak
sementara gita mengamit ritus-ritus abumu
dan saling mengeja wajah kerabatmu,
kau malah penasaran cara
waktu mengentaskan rindu,
"aku tak pernah menyapa almanak,"
sahutnya ragu-ragu.
demikian kaulangkahi segaramu
pun itu dalam waruga
dan pohon tarra
roh-roh yang terjebak di antarabhava,
bertanya cara melupakan dosa-dosa
pemuka adat yang tak
ingin disebut namanya--tadinya
ingin kunamai gergasi sebab ia luar biasa
tinggi--menjawab, "pantang menengok janji dua kali."
Pasal 2: Jika Kamu Menjadi
petani maka kamu menanam padi
sopir maka kamu menyetir
narapidana maka kamu dipenjara
koruptor sudah pasti tanganmu kotor,
"maka pencuri itu babi," pungkas penulis yang gagal
mendapat nilai A dalam mata kuliah logika.
Tuhan bilang,
berpeganglah pada cabang-cabang
hujan, maka hujan sebetulnya tahu
yang dilupakan jejak
daripada jarak
sementara gita mengamit ritus-ritus abumu
dan saling mengeja wajah kerabatmu,
kau malah penasaran cara
waktu mengentaskan rindu,
"aku tak pernah menyapa almanak,"
sahutnya ragu-ragu.
demikian kaulangkahi segaramu
pun itu dalam waruga
dan pohon tarra
roh-roh yang terjebak di antarabhava,
bertanya cara melupakan dosa-dosa
pemuka adat yang tak
ingin disebut namanya--tadinya
ingin kunamai gergasi sebab ia luar biasa
tinggi--menjawab, "pantang menengok janji dua kali."
Pasal 2: Jika Kamu Menjadi
petani maka kamu menanam padi
sopir maka kamu menyetir
narapidana maka kamu dipenjara
koruptor sudah pasti tanganmu kotor,
"maka pencuri itu babi," pungkas penulis yang gagal
mendapat nilai A dalam mata kuliah logika.
Komentar
Posting Komentar